Lokasi Program

KKN Miangas Bacarita

SULAWESI UTARA, KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD, MIANGAS, MIANGAS

Pengembangan Potensi Lokal, Wisata, dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Mencapai Miangas yang Mandiri

Gambaran Umum

Miangas merupakan sebuah desa kecil yang terletak di ujung Utara Indonesia. Desa ini berbatasan dengan negara Filipina. Secara administratif, Miangas termasuk dalam Desa Miangas, Kecamatan Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Menurut data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Talaud (2020) total jumlah penduduk dari tiga dusun di Desa Miangas ialah 771 jiwa dengan kepadatan 115,07 jiwa/km². Mata pencaharian masyarakat terbanyak, 100 jiwa adalah petani. Letaknya yang berada di daerah perbatasan menyebabkan banyaknya masalah yang harus dihadapi oleh Miangas diantaranya kurangnya pembangunan infrastruktur, sulitnya akses keluar masuk daerah tersebut sehingga sering terjadi hambatan dalam mendapatkan keperluan logistik dan menyebabkan bencana kelaparan, minimnya akses dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dan kurangnya kualitas sumber daya manusia juga merupakan kendala utama. Dalam menghadapi permasalahan tersebut perlu adanya peran serta dari stakeholder atau pemangku kebijakan terutama masyarakat lokal dan juga pemerintah setempat.

Kekayaan alamnya yang melimpah serta keindahan lautnya yang mempesona dinilai dapat menjadi destinasi wisata baru di Indonesia. Akan tetapi, pengelolaan dan pemanfaatan sektor ini belum dikelola dengan baik oleh para pemangku kebijakan dan masyarakat karena keterbatasan seperti keterbatasan kualitas pendidikan dan kurangnya sumber daya manusia. 


Potensi

Sektor pertanian dan perikanan merupakan sumber mata pencaharian masyarakat Miangas yang sangat berprospek untuk dikembangkan. Hampir 50% penduduk usia produktif di Miangas bekerja sebagai petani dengan komoditas utama kelapa. Hasil produksi perkebunan kelapa bisa mencapai 400 ton setiap tahunnya, yang sebagian besar diolah menjadi minyak kopra. Miangas sangat kaya akan hasil laut yang berpotensi untuk dikembangkan aspek pemasaran dan pengolahannya. Dengan lebih dari 20% penduduk yang berprofesi sebagai nelayan, produksi perikanan yang dihasilkan oleh masyarakat Miangas bisa melebihi 600 ton setiap tahunnya. Ikan cakalang merupakan hasil laut utama masyarakat Miangas. Ikan layang, tongkol, bobara, onthoni juga merupakan hasil tangkapan yang biasa diolah oleh masyarakat Miangas menjadi ikan asin.

Pulau Miangas berpotensi untuk menjadi destinasi wisata baru di Indonesia. Belasan tanjung dan pantai dengan deretan pohon kelapa merupakan objek wisata terpopuler di Miangas. Jika dikelola dengan baik, kekayaan hutan dan rawa pulau Miangas 6 dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi turis lokal maupun mancanegara. Dengan mulai dioperasikannya bandar udara pada tahun 2017, diharapkan semakin banyak wisatawan yang tertarik untuk menjelajahi pulau Miangas.


Akses

Akses untuk mencapai ke Miangas sebenarnya cukup mudah karena terdapat Bandara di Miangas yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo baru-baru ini yang dapat diakses dari Bandara yang ada di Manado. Namun, dikarenakan pandemi bandara tersebut sementara ditutup. Maka dari itu, akses untuk Miangas yakni hanya dapat dilalui dengan Kapal Feri dari Pelabuhan Bitung. 

Jika dari Jawa, maka perlu menggunakan transportasi Pesawat terlebih dahulu untuk menuju ke Bandara Samratulangi Manado. Kemudian dari Bandara perlu menggunakan transportasi bus menuju Pelabuhan Bitung. Untuk jadwal kapal ke Miangas belum menentu karena jadwal tersebut dibuat oleh PT. Pelni sebulan sekali pada akhir bulan. Terdapat 3 jenis kapal yang dapat menjadi akses utama menuju Miangas. Kapal-kapal tersebut yakni Sabuk Nusantara 69, Sabuk Nusantara 70, dan Sabuk Nusantara 95. Untuk Jam-jam kapalnya yakni pada Sabuk Nusantara 69 berangkat pada pukul 06.00 WITA, Kapal Sabuk Nusantara 70 berangkat pada pukul 12.00 WITA, dan Kapal Sabuk Nusantara 95 berangkat pada pukul 15.00 WITA. Perjalanan dari Pelabuhan Bitung menuju Pelabuhan Miangas dibutuhkan waktu sekitar 5 hari jika keadaan laut sedang bersahabat, namun jika sering terjadi badai maka perjalanan kurang lebih bisa 1 minggu lamanya. Perjalanan tersebut sudah termasuk transit-transit pada pulau- pulau yang dilalui sebelum menuju Pulau Miangas.



Informasi Lokasi Program

  • Nama Lokasi :
    KKN Miangas Bacarita
  • Status :
    aktif
  • Pengusul Program :
    Miangas Bacarita
  • Tanggal Buat :
    17 Juni 2021
  • Periode :
    2 Tanggal 05 Juli 2021 s/d
    23 Agustus 2021
  • Banyak Program :
    7

Lihat Program